Kamis, 17 November 2011
On 18.05 by Febri Ramadhan
Meskipun tren mendatangkan artis dan grup band internasional ke tanah air semakin marak, namun grup band yang tenar di tahun 90-an, Pearl Jam, belum pernah sekalipun mampir ke Indonesia.
Berbagai upaya dilakukan oleh penggemarnya agar bisa mendatangkan mereka ke Indonesia. Tapi sayang, band yang digawangi Eddie Vedder itu tak kunjung hadir di sini.
Entah mengapa Indonesia tak masuk hitungan, bahkan ketika mereka membuka kisahnya lewat sebuah film dokumenter pun, Indonesia seolah terlewatkan. Sementara di Singapura akan menayangkan film tersebut pada empat teater.
Melihat kenyataan tersebut, Pearl Jam Indonesia (PJ-ID) berinisiatif untuk menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan dalam distribusi film dokumenter yang berjudul ‘Pearl Jam Twenty’ (PJ20) itu.
Melalui negosiasi yang alot, film dokumenter yang disutradarai oleh Cameron Crowe itu akhirnya bisa disaksikan di Indonesia. Sayangnya, tiket untuk film ini terbatas. Tiket hanya dijual untuk satu kali pemutaran di satu studio Epicentrum XXI Jakarta pada hari Selasa 20 September 2011, serentak dengan penayangannya di seluruh dunia dalam rangka ulang tahun ke-20 Pearl Jam.
Sebanyak 500 tiket film ‘Pearl Jam Twenty’ dengan harga Rp150 ribu itu pun laris manis diserbu penggemarnya. Selain film PJ20, ulang tahun ke-20 Pearl Jam itu juga turut dimeriahkan oleh konser Anniversary PJ20 Destination Weekend yang berlangsung 8-9 September 2011 lalu di Aipine Valley, USA. Selain itu juga akan diluncurkan soundtrack film PJ20 dan buku ‘Pearl Jam Twenty’.
• VIVAnews
Berbagai upaya dilakukan oleh penggemarnya agar bisa mendatangkan mereka ke Indonesia. Tapi sayang, band yang digawangi Eddie Vedder itu tak kunjung hadir di sini.
Entah mengapa Indonesia tak masuk hitungan, bahkan ketika mereka membuka kisahnya lewat sebuah film dokumenter pun, Indonesia seolah terlewatkan. Sementara di Singapura akan menayangkan film tersebut pada empat teater.
Melihat kenyataan tersebut, Pearl Jam Indonesia (PJ-ID) berinisiatif untuk menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan dalam distribusi film dokumenter yang berjudul ‘Pearl Jam Twenty’ (PJ20) itu.
Melalui negosiasi yang alot, film dokumenter yang disutradarai oleh Cameron Crowe itu akhirnya bisa disaksikan di Indonesia. Sayangnya, tiket untuk film ini terbatas. Tiket hanya dijual untuk satu kali pemutaran di satu studio Epicentrum XXI Jakarta pada hari Selasa 20 September 2011, serentak dengan penayangannya di seluruh dunia dalam rangka ulang tahun ke-20 Pearl Jam.
Sebanyak 500 tiket film ‘Pearl Jam Twenty’ dengan harga Rp150 ribu itu pun laris manis diserbu penggemarnya. Selain film PJ20, ulang tahun ke-20 Pearl Jam itu juga turut dimeriahkan oleh konser Anniversary PJ20 Destination Weekend yang berlangsung 8-9 September 2011 lalu di Aipine Valley, USA. Selain itu juga akan diluncurkan soundtrack film PJ20 dan buku ‘Pearl Jam Twenty’.
• VIVAnews
Search
Most Popular Post
-
Only in America, we're slaves to be free Only in America, we kill the unborn to make ends meet Only in America, sexuality is democra...
-
PENGERTIAN Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis ...
-
Siapa tak kenal Kurt Cobain? Rasanya penggemar musik di belahan dunia manapun pasti tak asing dengan nama yang satu ini. Kurt adalah pent...
